Sabtu, 31 Oktober 2015

TUGAS PERSPEKTIF KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK,MOTORIK,EMOSI DAN SOSIAL ANAK

Setelah mengamati dan wawancara pada guru wali kelas 5 yang muridnya berjumplah 36 siswa dapat diketahui bahwa:
1.       Perkembangan fisik : ada 2 anak yang badanya lebih tinggi dan besar dibanding anak yang lain.karena pengaruh dari keturunan.
2.       Perkembangan motorik : ada  6 anak hiperaktif apabila pelajaran selalu bicara sendiri dan tidak mau diam ditempat.cara mengatasinya adalah dengan menempatkan anak itu kebangku depan,memberikan tugas individu dan memberikan arahan supaya anak itu bisa diam ditempat dan memperhatikan pelajaran.
3.       Perkembangan emosi :ada 1 anak yang yang ringan tangan apabila bertengkar dengan temanya selalu memukul temanya.

4.       Perkembangan sosial :ada 3 anak yang pemalu,dan sering diam. Cara mengatasinya yaitu dengan mengadakan tugas kelompok,agar bisa sosialisasi dengan temanya,dan diadakan tanya jawab. 

Kamis, 29 Oktober 2015

GEGURITAN LUNTURING BUDAYA

LUMUNTURING BUDAYA

Tumetesing waspa dumlewer ing pangarasanku
Nglentrihing pandulu ginambar ing netraku
Ancluming praupan kawistara ing pasuryanku
Legeg trenyuh ginawa ing panggalihku
Amersani jaman saiki
Tumpraping polah tingkahing putra lan putri
Kang wis ninggalake subasita
Nerak angger-anggering budaya
Lali ing tatakrama mbuwang sekabehing unggah-ungguh basa

Kabeh rumangsa nistha
Yen isih ngugemi pranatan budaya bangsa
Sanadyan jaman wis maju
Aja banjur dadi kleru
Crita leluhur ginubah sawiyah-wiyah
Busana owah samesthine
Tetunggangan, wisma, laladan rinepta beda saka asline
Apa kita wis ora ngregani budaya kita dewe?
Apa budaya kita wis ora ana ajine?
Apa budaya kita wis kedaluwarsa?
Apa budaya kita wis luntur?
Pemuda pemudi jaman saiki
Unggah ungguh basa wis dilirwakake
Tata krama wis ditinggalna
Tata wicara wis ninggalake subasita
Apa sing salah sekolah?
Apa sing salah ibu bapak?
Apa kabeh salah?
Nyatane budaya bangsa wis ditinggalake
Wis arep luntur amerga pokale kita dhewe.

Ki Andanawarih
Kapacak ing kalawarti Panjebar Semangat No. 46 – 15 November 2008


Rounded Rectangle: NAMA : OKHSI NAYATUNI’MAH
KELAS : VIII F
NO. ABS : 22
 


Rabu, 28 Oktober 2015

RINCIAN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN RA (RKA-RA) TAHUN 2015

RINCIAN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN RA (RKA-RA)
TAHUN 2015

Nama RA                          : RA Muawanatul Falah
Alamat                             : Ngetuk
Kecamatan                       : Gunungwungkal
Kabupaten                       : Pati
Provinsi                            : Jawa Tengah
Semester                          : 1 (Januari-Juni 2015)
Sumber Dana                   : BOP-RA

No Urut
No. Kode
Uraian
Jumlah
(dalam Rp.)
Semester
I
II
1
2
3
4
5
6
1

Pengembangan perpustakaan
-
-

2

Pembelian alat peraga edukatif
-
-

3

Pembelian bahan pakai habis
920.000
920.000

4

Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa
-
-

5

Langganan daya dan jasa lainnya
-
-

6

Kegiatan penerimaan siswa baru
90.000
90.000

7

Biaya pemantauan/pendeteksian tumbuh kembang anak
-
-

8

Biaya peningkatan gizi anak atau pemberian makanan tambahan
1.850.000
1.850.000

9

Penyusunan dan pelaporan
100.000
100.000

10

Pembelian perangkat pengolahan data
945.000
945.000

11

Perawatan sarana dan prasarana RA
900.000
900.000

12

Pengembangan profesi guru
-
-




4.805.000
4.805.000

                                                                 

KEPALA RA
MASRI’AH, S.Pd.I 

Sinopsis Novel Remaja Indonesia

Sinopsis Novel Remaja Indonesia
Judul                        : Anoa Ajaib Berbulu Putih
Pengarang                : Perancang kulit   : Bambang S.
                                   Perancang dalam : I Ketut S.
                                 Lisnawati
Penerbit                    : Mitra Media
Tahun terbit              : 2000
Cetakan                    : cetakan pertama
Tebal novel               : 88 halaman
                  
            Suatu ketika daerah andolaki dilanda banjir besar. Akibat dari banjir itu adalah kampung andolaki menjadi porak-poranda. Kemudian penduduk kampung itu pindah dan menetap dipinggir Sungai Kanowe’eha. Onggabe, salah satu penduduk daerah andolaki memperistri seorang gadis disana. Mereka pun mempunyai anak yang bernama Larumbalangi. Suatu ketika, Onggabe mengungkapkan isi hatinya, bahwa ia ingin mempunyai anak perempuan. Sang istri pun merasa sedih karena belum ada tanda tanda bahwa ia hamil. Karena keadaan itulah, mereka bersemedi untuk diberi anak oleh Tuhan. Beberapa lama kemudian ibu Elu hamil. Setelah sembilan bulan kemudian ibu Elu melahirkan. Pada saat bersamaan malam itu sedang bulan purnama dan juga terdengar suara aungan serigala. Ibu elu melahirkan anak seekor anoa putih. Karena sang ayah tidak mengiinkan kelahiran anaknya yang seekor anoa putih, sang suamipun membuang sang anak ke hutan.
            Beberapa tahun kemudian, sang kakak yaitu Larumbalangi menemukan sang adik di hutan saat ia mencari kayu bakar. Pada saat hidup di hutan, kakak beradik itu hanya makan buah buahan yang dipetik dari pohon pohon yang ada di hutan. Karena sudah menemukan sang adik, Larumbalangi berniat untuk keluar dari hutan. Didalam perjalanan kakak beradik itu sampai disebuah desa. Di desa itulah Larumbalangi diangkat menjadi raja dan anoa putih diangkat menjadi Raja Hutan.
            Walaupun telah berpisah, tetapi mereka masih saling bertemu satu sama lain. Pada masa pimpinan Larumbalangi, semua adat kebiasaan yang ada pada zaman raja sebelum Larumbalangi telah dihapuskan. Tetapi sebagian masyarakat yang dipimpin oleh Labolontio menolak akan hal itu. Sebagai raja, Larumbalangi menegakkan keadilan di negera itu. Yang pada akhirnya rakyat negeri itu menjadi rajin tidak seperti dulu.
            Negeri yang dipimpin Raja Larumbalangi begitu makmur. Sawah, ladang, hutan, semua menjadi subur. Pada suatu hari seluruh rakyat dilanda musim paceklik. Tetapi negeri yang dipimpin oleh Larumbalangi tidak merasa resah akan hal itu, karena telah menyiapkan apa yang mereka butuhkan. Itulah contoh hidup dan bekerja bergotong-royong.
            Suatu ketika terdapat orang yang sedang memikul padi, namun padi itu dirampas oleh seorang perampok. Orang orang yang  melihat  hal tersebut langsung melapor kepada Raja Larumbalangi. Larumbalangi membuat pos penjagaan di perbatasan. Hari kedua penjagaan terdapat seorang yang sedang dirampok, merekapun mengejar perampok-perampok tersebut sampai di depan gua mereka tidak berani masuk.
            Pertempuran pun terjadi, 5 orang perampok tewas. Salah satu pemuda berlari melapor pada raja. Raja bersama pasukannya pergi ketempat sasaran yang dituju. Pasukan dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertamaa dipimpin oleh La Bio, pasukan kedua dipimpin larumbalangi. Pasukan musuh kalah, dan Saowasa melarikan diri.
            Saowasa melarikan diri kepada Raja Hulubalang dan menghasutnya untuk menyerbu Raja Larumbalangi. Keesokan harinya mereka pergi untuk menyerbu Raja Larumbalangi. Larumbalangi lari ke hutan dan menceritakan semua kepada adiknya yaitu anoa putih. Setelah Saowasa menguasai daerah tersebut, masyarakat menjadi sangat tersiksa. Setelah tiga tahun Raja larumbalangi meninggalkan negaranya, kini dia akan menyerbu negara itu bersama dengan pasukan anoa putih. Konon, tumbuhan kenari banyak terdapat di negara itu, sehingga negara itu diberi nama Kendari, yang berasal dari kata kenari.
            Hari ini adalah hari dimana Raja Larumbalangi menyerang Raja Saowasa. Salah satu anoa menculik Saowasa dan menewaskannya di hutan. Ketika malam hari, pasukan anoa kembali menyerang beberapa menit lamanya. Keesokan harinya, pasukan anoa kembali menyerang pos pos musuh, musuh mulai kelelahan total, Raja Larumbalangi pun memenangkan pertarungan tersebut. Kini kota Kendari  kembali makmur seperti dulu.
            Tidak berapa lama saat kendari dikuasi Raja Larumbalangi, terjadi  kemarau panjang. Namun, negeri ini masih bisa memberikan bantuan pada negeri tetangga. Orang tua Larumbalangi juga telah keluar dari kampungnya, karena melarat. Dalam perjalanan, mereka jatuh sakit dan menjadi buta.suatu seorang pengemis memberi tahu pada orang buta tersebut bahwa raja akan membagikan hadiah.
Keesokan harinya orang tua buta itu pergi ke istana untuk mengambil hadiah. Saat giliran orang buta itu, Larumbalangi memandangi orang tua buta itu kemudian berlari mencari adiknya dan bercerita pada adiknya, setelah itu, larumbalangi pergi ke istana dan meminta maaf.
Larumbalangi mengajak orang tua itu tinggal bersamanya dan menyembuhkan mata kedua orang tua itu dengan mengundang tabib latuanda. Latuanda bercerita hanya ada satu obat yang dapat menyembuhkan penyakit itu, yaitu darah anoa berbulu putih yang tidak lain adalah adik dari Raja Larumbalangi. Laarumbalangi pergi ke hutan untuk mengutarakan isi hatinya dan mengajak anoa putih dan diantar oleh si jago merah.
Ketika mereka sampai di istana, Latuanda memohon untuk dapat meminang anoa putih, permintaan Latuanda pun dikabulkan. Setelah pernikahannya selesai, Larumbalangi menusuk perut anoa putih dan memotong jantungnya, darah itu diberikan kepada orang tua Larumbalangi, kemudian orang tua itu sembuh dan berterima kasih kepada Tuhan. Orang tua itu dibawa ke anaknya yaitu anoa putih. Sungguh ajaib, anoa putih itu menjadi gadis yang sangat cantik jelitya. Kini, mereka hidup berbahagia.


Kelas                           : VIII B
Nama Kelompok         : Kelompok 7
Anggota Kelompok    : Anggit Fatmanagari (06)
                                      Faradilla  Zahrotunisa (14)
                                      Noor laili (22)

                                      Syifa Putri Maulidya (30)