Sinopsis Novel Remaja
Indonesia
Judul : Anoa Ajaib Berbulu
Putih
Pengarang : Perancang kulit : Bambang S.
Perancang dalam : I Ketut S.
Lisnawati
Penerbit : Mitra Media
Tahun terbit : 2000
Cetakan : cetakan pertama
Tebal novel : 88 halaman
Suatu ketika daerah
andolaki dilanda banjir besar. Akibat dari banjir itu adalah kampung andolaki
menjadi porak-poranda. Kemudian penduduk kampung itu pindah dan menetap
dipinggir Sungai Kanowe’eha. Onggabe, salah satu penduduk daerah andolaki
memperistri seorang gadis disana. Mereka pun mempunyai anak yang bernama
Larumbalangi. Suatu ketika, Onggabe mengungkapkan isi hatinya, bahwa ia ingin
mempunyai anak perempuan. Sang istri pun merasa sedih karena belum ada tanda
tanda bahwa ia hamil. Karena keadaan itulah, mereka bersemedi untuk diberi anak
oleh Tuhan. Beberapa lama kemudian ibu Elu hamil. Setelah sembilan bulan
kemudian ibu Elu melahirkan. Pada saat bersamaan malam itu sedang bulan purnama
dan juga terdengar suara aungan serigala. Ibu elu melahirkan anak seekor anoa
putih. Karena sang ayah tidak mengiinkan kelahiran anaknya yang seekor anoa
putih, sang suamipun membuang sang anak ke hutan.
Beberapa tahun
kemudian, sang kakak yaitu Larumbalangi menemukan sang adik di hutan saat ia
mencari kayu bakar. Pada saat hidup di hutan, kakak beradik itu hanya makan
buah buahan yang dipetik dari pohon pohon yang ada di hutan. Karena sudah
menemukan sang adik, Larumbalangi berniat untuk keluar dari hutan. Didalam
perjalanan kakak beradik itu sampai disebuah desa. Di desa itulah Larumbalangi
diangkat menjadi raja dan anoa putih diangkat menjadi Raja Hutan.
Walaupun telah
berpisah, tetapi mereka masih saling bertemu satu sama lain. Pada masa pimpinan
Larumbalangi, semua adat kebiasaan yang ada pada zaman raja sebelum Larumbalangi
telah dihapuskan. Tetapi sebagian masyarakat yang dipimpin oleh Labolontio
menolak akan hal itu. Sebagai raja, Larumbalangi menegakkan keadilan di negera
itu. Yang pada akhirnya rakyat negeri itu menjadi rajin tidak seperti dulu.
Negeri yang dipimpin
Raja Larumbalangi begitu makmur. Sawah, ladang, hutan, semua menjadi subur.
Pada suatu hari seluruh rakyat dilanda musim paceklik. Tetapi negeri yang
dipimpin oleh Larumbalangi tidak merasa resah akan hal itu, karena telah
menyiapkan apa yang mereka butuhkan. Itulah contoh hidup dan bekerja
bergotong-royong.
Suatu ketika terdapat
orang yang sedang memikul padi, namun padi itu dirampas oleh seorang perampok.
Orang orang yang melihat hal tersebut langsung melapor kepada Raja
Larumbalangi. Larumbalangi membuat pos penjagaan di perbatasan. Hari kedua
penjagaan terdapat seorang yang sedang dirampok, merekapun mengejar
perampok-perampok tersebut sampai di depan gua mereka tidak berani masuk.
Pertempuran pun
terjadi, 5 orang perampok tewas. Salah satu pemuda berlari melapor pada raja. Raja
bersama pasukannya pergi ketempat sasaran yang dituju. Pasukan dibagi menjadi
dua kelompok, kelompok pertamaa dipimpin oleh La Bio, pasukan kedua dipimpin
larumbalangi. Pasukan musuh kalah, dan Saowasa melarikan diri.
Saowasa melarikan diri
kepada Raja Hulubalang dan menghasutnya untuk menyerbu Raja Larumbalangi.
Keesokan harinya mereka pergi untuk menyerbu Raja Larumbalangi. Larumbalangi
lari ke hutan dan menceritakan semua kepada adiknya yaitu anoa putih. Setelah
Saowasa menguasai daerah tersebut, masyarakat menjadi sangat tersiksa. Setelah
tiga tahun Raja larumbalangi meninggalkan negaranya, kini dia akan menyerbu
negara itu bersama dengan pasukan anoa putih. Konon, tumbuhan kenari banyak
terdapat di negara itu, sehingga negara itu diberi nama Kendari, yang berasal
dari kata kenari.
Hari ini adalah hari
dimana Raja Larumbalangi menyerang Raja Saowasa. Salah satu anoa menculik
Saowasa dan menewaskannya di hutan. Ketika malam hari, pasukan anoa kembali
menyerang beberapa menit lamanya. Keesokan harinya, pasukan anoa kembali
menyerang pos pos musuh, musuh mulai kelelahan total, Raja Larumbalangi pun
memenangkan pertarungan tersebut. Kini kota Kendari kembali makmur seperti dulu.
Tidak berapa lama saat
kendari dikuasi Raja Larumbalangi, terjadi kemarau panjang. Namun, negeri ini masih bisa
memberikan bantuan pada negeri tetangga. Orang tua Larumbalangi juga telah
keluar dari kampungnya, karena melarat. Dalam perjalanan, mereka jatuh sakit
dan menjadi buta.suatu seorang pengemis memberi tahu pada orang buta tersebut
bahwa raja akan membagikan hadiah.
Keesokan harinya orang tua buta itu pergi ke
istana untuk mengambil hadiah. Saat giliran orang buta itu, Larumbalangi
memandangi orang tua buta itu kemudian berlari mencari adiknya dan bercerita
pada adiknya, setelah itu, larumbalangi pergi ke istana dan meminta maaf.
Larumbalangi mengajak orang tua itu tinggal
bersamanya dan menyembuhkan mata kedua orang tua itu dengan mengundang tabib
latuanda. Latuanda bercerita hanya ada satu obat yang dapat menyembuhkan
penyakit itu, yaitu darah anoa berbulu putih yang tidak lain adalah adik dari
Raja Larumbalangi. Laarumbalangi pergi ke hutan untuk mengutarakan isi hatinya
dan mengajak anoa putih dan diantar oleh si jago merah.
Ketika mereka sampai di istana, Latuanda
memohon untuk dapat meminang anoa putih, permintaan Latuanda pun dikabulkan.
Setelah pernikahannya selesai, Larumbalangi menusuk perut anoa putih dan
memotong jantungnya, darah itu diberikan kepada orang tua Larumbalangi, kemudian
orang tua itu sembuh dan berterima kasih kepada Tuhan. Orang tua itu dibawa ke
anaknya yaitu anoa putih. Sungguh ajaib, anoa putih itu menjadi gadis yang
sangat cantik jelitya. Kini, mereka hidup berbahagia.
Kelas :
VIII B
Nama Kelompok : Kelompok 7
Anggota Kelompok : Anggit
Fatmanagari (06)
Faradilla
Zahrotunisa (14)
Noor laili (22)
Syifa Putri Maulidya (30)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar