Daftar isi
Kata pengantar ............................................................................................i
Daftar isi ......................................................................................................ii
A.
Abstrak..................................................................................................2
B.
Pendahuluan......................................................................................3
C.
Tujuan
Peneitian......................................................................................5
D.
Peneitian................................................................................................5
E. Hasil dan pembahasan...........................................................................6
E. Hasil dan pembahasan...........................................................................6
F. Tabel...........................................................................................................7
G.
kesimpulan............................................................................................8
H. Daftar
Pustaka...................................................................................9
ii
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan ke
hadirat Tuhan YME, karena dengan karunianya kami dapat menyelesaikan jurnal
yang berjudul “Pengaruh budaya, pengembangan karir terhadap kinerja karyawan”.
Meskipun banyak hambatan yang saya alami dalam proses pengerjaannya, tapi saya
berhasil menyelesaikan jurnal ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa saya sampaikan
terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu dan membimbing dalam
mengerjakan jurnal ini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman
mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi yang langsung maupun tidak langsung
dalam pembuatan jurnal ini.
Tentunya ada hal yang ingin
saya berikan kepada masyarakat dari hasil jurnal ini. Karena itu saya berharap
semoga jurnal ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Penulis menyadari bahwa
dalam menyusun jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya
jurnal ini. Penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
i
ABSTRAK :
Kinerja karyawan banyak dipengaruhi oleh perhatian manajemen terhadap kebutuhan karyawan, salah satu diantaranya adalah dengan diperolehnya posisi pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya (John L. Holland, Gary D.Gottfredson, 1991). Masih sedikit perusahaan yang merencanakandan mengem-bangkan karir karyawan dengan dasar dan pertimbangan yang jelas dan terukur. Apabila kondisi tersebut tidak segera diperbaiki akan sangat berdampak pada hilangnya motivasi karyawan untuk menunjukkan kinerja terbaiknya.
Hasil yang peneliti temukan menunjukkan bahwa pengembangan karir belum dilaksanakan dengan pola yang terarah tetapi lebih banyak dilakukan dengan cara trial and error. Selain itu pengembangan karir dan motivasi secara bersamasama memberikan pengaruh positif signifikan terhadap variabel kinerja.
Terlihat pula bahwa masih ada variabel lain yang turut berpengaruh terhadap variabel kinerja, yang tidak diteliti.
2
A. PENDAHULUAN
Kompetisi global yang semakin intensif, deregulasi, dan kemajuan teknik mencetus-kan suatu ide-ide perubahan, yang telah membuat banyak perusahaan tidak bisa bertahan hidup. Fenomena tersebut mengimplikasikan bahwa praktek dan kebijakan manajemen sumber daya manusia dapat memainkan suatu peranan penting dalam mendorong kesetiaan karyawan tersebut dan membuat perusahaan mampu menanggapi perubahanperubahan secara lebih baik. Dessler (2000) menyatakan bahwa dalam organisasi modern, sumber daya manusia mempunyai peran baru, diantaranya:
(1) Pendorong
produktivitas;
(2) Membuat perusahaan menjadi lebih tanggap terhadap
inovasi produk dan perubahan teknologi;
(3)
Menghasilkan jasa pelanggan yang unggul;
(4) Membangun
komitmen karyawan; dan
(5) Semakin pentingnya SDM dalam mengembangkan dan
mengimplementasikan strategi.
Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas merupakan competitive advantage dari perusahaan. Oleh karena itu, pengelolaan SDM oleh manajemen harus mendapatkan prioritas utama. Melalui perencanaan SDM, yang merupakan fungsi awal dan kegiatan departemen SDM, diketahui kebutuhan SDM dan analisis pekerjaan, yang merinci orang dengan kualifikasi tertentu, yang selanjutnya dilakukan proses rekrut, seleksi dan orientasi, terkumpul biodata dan preferensi karir karyawan yang selanjutnya proses penilaian karyawan dapat dipergunakan sebagai media umpan balik untuk perencanaan dan konseling bagi karyawan. Pada saat ini ada kecenderungan bahwa perencanaan karir lebih banyak dipergunakan untuk karyawan profesional, karyawan teknis dan manajerial, serta bagi karyawan yang berminat saja, sedangkan perencanaan karir akan lebih efektif bila karyawan yang bersangkutan mempunyai minat terhadaap karirnya dan supervisornya merasa berkepentingan dan mampu memberi bimbingan. Seringkali seseorang mmemiliki lebih dari satu macam pekerjaan selama masa kerja-nya. Sebuah riset di Amerika menyatakan bahwa rata-rata respondennya memiliki delapan macam pekerjaan yang berbeda yang berkaitan satu sama lain selama masa kerjanya. Inilah yang kemudian sering mereka sebut sebagai karir. Beberapa ahli mendefinisikan karir sebagai tahaptahap perkem-bangan pengalaman kerja seseorang selama masa kerjanya. Karir seseorang dalam suatu organisasi banyak ditentukan oleh bagaimana kebijakan dan komitmen organisasi tersebut terhadap karyawannya dalam hal-hal :
3
(1) Sejauh mana rekrutmen dibatasi hanya pada lini jabatan tingkat bawah;
(2) Sejauh mana kesempatan promosi ke jabatan yang
lebih tinggi berasal dari dalam;
(3) Sejauh mana
terbuka kesempatan pelatihan dan pengembangan padasetiap lini; dan
(4) Sejauh mana
komitmen perusahaan terhadap jaminan kelangsungan kerja (job security)
karyawan.
Perusahaan yang
berorientasi pada karir semacam ini akan mem-perlakukan karyawan sebagai sumber
daya yang berharga, yang harus dilatih, kembangkan dan dipertahankan. Kunci
penerapan karir semacam ini adalah adanya mobilitas dan kesempatan karir
internal bagi para karyawan. Substansi karir bersifat adaptif sepanjang
strukturnya sesuai dengan lingkungan. Namun dengan berubahnya lingkungan, pola
karir dapat menjadi kaku dan menghambat operasi organisasi yang efektif.
Sehingga, organisasi harus merancang desain karir yang logis, linear, rasional,
terencana serta oportunistik dan incremental. Secara logika, idealnya karir
organisasional harus merefleksikan tiga aspek yaitu: tujuan dan strategi
organisasi, pola pengembangan MSDM dan posisi penilaian bagi karyawan. Dalam
kenyataannya, pengelolaan SDM merupakan hal sangat sulit dan komplek serta
menimbulkan masalah, seperti tingginya turn over karyawan, rendahnya motivasi
berprestasi dalam bekerja, rendahnya kinerja dan banyak karyawan berfikir bahwa
gaji yang mereka terima lebih rendah dibandingkan dengan gaji di perusahaan
lain, serta banyak lagi permasalahan lainnya. Sebagai konsekuensi dalam
menjalankan roda bisnisnya pihak manajemen hendaknya memberikan porsi yang
lebih banyak terhadap bidang pengembangan sumber daya manusia. Salah satu
strategi yang harus di-implementasikan oleh pihak manajemen adalah membuat perencanaan
dan pengembangan karir bagi seluruh karyawan selama mereka bekerja di
perusahaan. Untuk sebagian besar karyawan, kepastian karir merupakan hal yang
sangat penting karena mereka akan tahu posisi tertinggi yang akan mereka capai.
Dengan demikian mereka akan termotivasi untuk menunjukkan kinerja terbaiknya
dan berusaha terus meningkatkan kemampuannya serta loyal terhadap perusahaan.
4
B. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan
meng-evaluasi program pengembangan karir serta mengkaji pengaruh antara program
pengembangan karir yang telah dilakukan dan motivasi kerja terhadap kinerja
karyawan di PTNP Bandung. Penelitian yang dilakukan dapat digolongkan sebagai
explanatory survey, yang dilakukan dengan mengkaji populasi untuk menentukan
interelasi relatif dari variabel yang diteliti. Eksplanasi dilakukan dengan
menggunakan metode korelasi dan regresi yang bermaksud untuk meneliti hubungan
antara variabel, sehinggapenelitian ini digolongkan dalam jenis corelational
research.
C. PENELITIAN
C. PENELITIAN
Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data yang
dilakukan untuk kepentingan analisis dan pembahasan hasil penelitian dibedakan
ke dalam dua bagian yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh
dari sumbernya langsung, diantaranya manajer personalia dan para manajer divisi
lainnya, para supervisor, dan karyawan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan
untuk memperoleh data primer adalah dengan melakukan survai (penyebaran
kuesioner kepada manajer dan karyawan) dan wawancara dengan para manajer
berkenaan dengan pelaksanaanprogram pengembangan karir di PTBNP Bandung.
Sedangkan data sekunder dilakukan dengan cara mengumpulkan semua dokumendokumen
yang berkenaan dengan program pengembangan karir di PTBNP Bandung, yang
dijadikan bahan pengkajian secara kuantitatif dan kualitatif berupa:
1. Populasi dan Sampel.
1. Populasi dan Sampel.
Penelitian ini merupakan penelitian sensus, yang
melibatkan seluruh anggota populasi dalam hal ini adalah seluruh karyawan di
PTBNP Bandung, mulai dari staf hingga pimpinan puncak yang secara keseluruhan
berjumlah 64 orang.
2. Variabel dan Metode Pengukuran
2. Variabel dan Metode Pengukuran
Variabel yang diteliti dalam studi ini adalah
pengembangan karir, motivasi kerja, dan kinerja. Sedangkan metode pengukuran
dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah :
(1) menyusun
instrumenpenelitian disertai dengan pengujian validitas (konstruk dan empirik)
dan realibilitas instrument;
(2)
mengumpulkan data yang dilakukan melalui wawancara, penyebaran kuesioner dan
datadata perusahaan yang berkenaan dengan program perencanaan dan pengembangan
karir.
( 3) Analisis Data Analisis data yang dilakukan adalah
dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif.
Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengkaji tentang keterkaitan antara
program pengembangan karir yang dirasakan oleh karyawan dan pengaruhnya
terhadap motivasi dan kinerja mereka. Sebelum dianalisis, data yang sudah ada
diolah secara statistik dengan menggunakanprogram SPSS versi 11,05.
5
Adapun fasilitas yang data tersebut adalah dengan
menggunakan :
(1) Analisis
Frekuensi,
(2) Analisis
Deskriptif,
(3) Analisis
Regresi dan Korelasi Multivariat.
Salah satu
asumsi statistik yang harus dipenuhi untuk menggunakan fasilitas/teknis di atas
mengharuskan minimal data harus berskala interval sedangkan sebagian data yang
diperoleh berskala ordinal, maka terlebih dahulu data yang sudah diperoleh akan
dirubah ke dalam skala dengan menggunakan method of sussesive interval (Harun
Al Rasyid, 2000).
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari beberapa kompo-nen pengembangan karir hampir
sebagian besar sudah dimiliki, meskipun dalam pelaksanaan-nya dilakukan dengan
derajat yang berbeda. Diantara sekian banyak komponen, ternyata program yang
telah dilaksanakan secara konsisten adalah pusat penilaian karyawan. Komponen
pengembangan karir yang lainnya seperti lokakarya perencanaan karir, buku
catatan Karir, Sistem Penempatan kerja, inventori kemampuan / keterampilan,
jenjang dan jalur karir, sumber karir, pengetesan psikologis, perkiraan promosi,
rencana beasiswa, seminarseminar dan pelatihan eksternal, program karir untuk
kelompok sasaran khusus (jalur cepat bagi karyawan berprestasi, penyelia dan
manajer, eksekutif senior, karyawan profesional, karyawan teknis, wanita) sudah
dilaksanakan meskipun belum konsisten. Sedangkan kompo-nen lainnya mengenai
pusat penilaian, program rotasi kerja, program pelatihan internal, dan program
monitoring formal kadang-kadang dilaksanakan. Bentuk komitmen dari pihak
manajemen puncak terhadap pengembangan karir
karyawannya adalah dengan memberikan beberapa perlaku-an, misalnya berupa promosi, kenaikan gaji, dan juga dengan memberikan konseling non formal kepada setiap karyawan yang memerlukan. Adapun bentuk kerja sama dengan para manajer lini dalam pengem-bangan karir karyawan adalah dengan diselenggarakannya pelatihanpelatihan internal maupun eksternal, pengarahan, dan monitoring. Untuk menghindari adanya informalitas dan subyektivitas dalam pengem-bangan karir karyawan, biasanya penilaian dilakukan tidak hanya oleh manajer pada bagiannya, tetapi oleh beberapa manajer yang mempunyai keterkaitan tugas. Pada dasarnya yang bertanggung jawab dalam kegiatan pengembangan karir karyawan adalah atasannya langsung, middle management dan top management. Berdasarkan wawancara dan kajian terhadap dokumen-dokumen yang ada, peneliti dapat memastikan bahwa pola jalur karir yang diformalkan dan disosialisasikan kepada karyawan belum dimiliki oleh perusahaan ini. Selain itu dapat diketahui juga bahwa pola pengembangan karir belum
dirancang secara jelas dan baku. Artinya, manajemen dalam mengembangkan karyawannya masih terpaku pada struktur organisasi yang ada (pola jalur karir tradisional). Pengaturan dasar untuk itu telah direncanakan, misalnya promosi, perpindahan lateral, dan titik pindah (switcing point), namun belum dijadikan acuan yang baku. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan analisis varians melalui SPSS dapat dilihat sebagai berikut :
karyawannya adalah dengan memberikan beberapa perlaku-an, misalnya berupa promosi, kenaikan gaji, dan juga dengan memberikan konseling non formal kepada setiap karyawan yang memerlukan. Adapun bentuk kerja sama dengan para manajer lini dalam pengem-bangan karir karyawan adalah dengan diselenggarakannya pelatihanpelatihan internal maupun eksternal, pengarahan, dan monitoring. Untuk menghindari adanya informalitas dan subyektivitas dalam pengem-bangan karir karyawan, biasanya penilaian dilakukan tidak hanya oleh manajer pada bagiannya, tetapi oleh beberapa manajer yang mempunyai keterkaitan tugas. Pada dasarnya yang bertanggung jawab dalam kegiatan pengembangan karir karyawan adalah atasannya langsung, middle management dan top management. Berdasarkan wawancara dan kajian terhadap dokumen-dokumen yang ada, peneliti dapat memastikan bahwa pola jalur karir yang diformalkan dan disosialisasikan kepada karyawan belum dimiliki oleh perusahaan ini. Selain itu dapat diketahui juga bahwa pola pengembangan karir belum
dirancang secara jelas dan baku. Artinya, manajemen dalam mengembangkan karyawannya masih terpaku pada struktur organisasi yang ada (pola jalur karir tradisional). Pengaturan dasar untuk itu telah direncanakan, misalnya promosi, perpindahan lateral, dan titik pindah (switcing point), namun belum dijadikan acuan yang baku. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan analisis varians melalui SPSS dapat dilihat sebagai berikut :
6


Dari tabel diatas terlihat bahwa pengujian untuk variabel Pengembangan Karir dan variabel Motivasi, hasilnya sangat signifikan atau terpisah. Variabel pengembangan karir dan variabel motivasi berpengaruh secara positif terhadap variabel kinerja.
Untuk melihat hubung-an antar variabel, dapat dilihat dari tabel 2 diatas. Apabila dilihat secara parsial, terlihat bahwa variabel Pengembangan Karir lebih besar dibandingkan dengan variabel Motivasi dalam hal memberikan pengaruh terhadap variabel Kinerja. Hal ini terjadi dikarenakan bahwa motivasi seseorang akan timbul apabila pengembangan karir yang ada di sebuah perusahaan sudah ada dan jelas untuk dapat dilaksanakan. Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa apa yang peneliti temukan sudah sesuai dengan teori yang dikemukakan, yang mengatakan bahwa ada hubungan secara korelasional antara variabel Pengembangan Karir dengan variabel Motivasi dan secara bersama-sama kedua variabel tersebut memberikan pengaruh secara positif dan signifikans terhadap variabel Kinerja. Dilain pihak, masih ada variabel lain yang turut mempengaruhi variabel Kinerja, tetapi dalam penelitian ini tidak disertakan. Hal inilah yang menjadi gangguan bagi peneliti, karena apabila dilihat variabel lain tersebut cukup memberikan
pengaruh yang besar terhadap variabel Kinerja. Ini juga menjadi bahan masukan bagi peneliti, maupun peneliti lain sebagai bahan dasar masukan untuk dapat melanjutkan penelitian ini.
7
E. KESIMPULAN
Pengembangan karir di PTBNP Bandung saat ini secara
keseluruhan belum dilaksanakan secara konsisten dan belum berjalan sesuai harapan.
Pengembangan karir belum dilaksanakan dengan pola yang terarah tetapi lebih
banyak dilakukan dengan cara trial and error. Variabel pengembangan karir
memberi-kan pengaruh positif secara signifikan terhadap variabel motivasi kerja
dan kinerja karyawan PTBNP Bandung, dimana variabel pengembangan karir
memberikan determinasi yang lebih besar dibandingkan variabel motivasi dalam
mempengaruhi variabel kinerja. Masih ada variabel lain yang turut berpengaruh
terhadap variabel kinerja.
8
F. DAFTAR
PUSTAKA
1. Al Rasyid, Harun, (2000), Statistika Sosial, Universitas Padjadjaran, Bandung.
2. Dessler Garry, (2000), Human Resource Management, 8th ed., Prentice Hall,Inc. Upper Saddle River New Jersey.
3. Gottfredson, Gary D., Holland,J.L, (1991) The Position Classification Inventory, Psychological Assessment Resources, Inc, Florida, USA.
9
JURNAL
PENGARUH BUDAYA,
PENGEBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN
UNTUK MELENGKAPI MATA
KULIAH BAHASA INDONESIA

Dosen Pembimbing: Dyah Setyarini, M.Si
Disusun oleh: Icha
Arikana
NPM: 1502010228
EKONOMI MANAGEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SEMARANG
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar