Sabtu, 28 November 2015

Kemacetan dan Masa Depan Kota





MAKALAH
Bahasa indonesia
Disusun untuk memenuhi tugas                                        
NAMA : IMRON AFANDI
NO : 18
KELAS : X-TKJ 1

SMK TUNAS HARAPAN PATI
TAHUN PELAJARAN 2015/2016




Kemacetan dan Masa Depan Kota
    By: Novi Ermawati
 

       Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.

    
        Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.

        Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.

   
        Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.











Kemacetan dan Masa Depan Kota
    By: Novi Ermawati
 

       Tesis :
       Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.

      Argumentasi :
        Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.

        Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.

     Pengegasan Ulang :
        Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.










MENGONVERSI TEKS ANEKDOT
Kondisi Memprihatinkan Sekolah Dasar X Pendidikan merupakan hal yang penting untuk ditempuh oleh seseorang. Terutama untuk anak-anak dengan rentang usia 5 sampai 18 tahun. Pendidikan menjadi salah satu modal untuk anak-anak bangsa bisa berkarya dan memajukan bangsanya. Akan tetapi pada kenyataannya, peningkatan fasilitas sekolah tersebut tidak merata di seluruh daerah. Ada sebuah sekolah dasar di daerah X yang ternyata bangunan sekolahnya sudah hampir rubuh. Para siswa pun harus menerima kondisi lantai sekolah yang sudah rusak dan juga bangku serta meja yang sebenarnya sudah tidak begitu layak untuk digunakan. Sekolah dasar X tersebut seolah tidak tersentuh oleh bantuan dana dari pemerintah. Selain fasilitas bangunan sekolah yang mengkhawatirkan, ketersediaan tenaga pengajar pun ternyata sedikit. Sebaiknya setiap tingkatan kelas memiliki minimal satu pengajar, di sekolah ini hanya terdapat dua pengajar saja yang harus pintar-pintar membagi waktu mereka untuk bisa mengajar di enam tingkatan kelas. Kedua pengajar tersebut pun merupakan pengajar yang sudah lama mengabdi di sekolah tersebut. Salah satu pengajar ternyata adalah kepala sekolah. Bisa disimpulkan bahwa sekolah X tersebut hanya memiliki satu pengajar saja. Sang kepala sekolah sebenarnya sudah mengusahakan semaksimal mungkin untuk perbaikan fasilitas sekolah dan juga tambahan tenaga pengajar di sekolahnya. Akan tetapi, usahanya selalu menemui jalan buntu. Untuk masalah dana perbaikan sekolah, ia pada akhirnya hanya menerima janji-janji tanpa bukti cairnya dana perbaikan sekolah.
Melihat situasi yang terjadi pada situasi sekolah X tersebut, masihkah kita merasa bahwa kemajuan pendidikan bangsa ini sudah merata? Saya yakin bahwa kondisi menyedihkan dari sebuah sekolah negeri tidak hanya terjadi pada sekolah X ini saja, masih ada banyak sekolah-sekolah lainnya yang berada pada kondisi mengkhawatirkan tetapi seolah tidak terlihat sama sekali. Tidak ada bantuan dana sedikit pun yang mengalir. Kondisi memprihatinkan ini memang harus segera ditangani dengan baik. Bila tidak, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada sekolah seperti sekolah dasar X tersebut di kemudian hari.












HASIL KONVERSI TEKS EKSPOSISI

Contoh teks dialog dari konversi teks eksposisi di atas
Lokasi berada di sebuah sekolah dasar dengan fasilitas sekolah yang memprihatinkan.
Ibu kepala sekolah : “Beginilah Pak kondisi sekolah kami.”
Bapak paruh baya : “Sudah berapa lama ini berlangsung, Bu?”
Ibu kepala sekolah : “Sudah hampir sepuluh tahun.”
Bapak paruh baya : “Sepuluh tahun? Apa Ibu sudah meminta bantuan dari pihak tertentu?”
Ibu kepala sekolah : “Saya sudah berusaha Pak. Sudah cukup sering juga saya bolak-balik. Tapi apa daya, saya hanya menerima janji ini dan janji itu saja.”
Bapak paruh baya : “Jadi selama sepuluh tahun ini tidak ada dana untuk perbaikan sekolah?”
Ibu kepala sekolah : “Tidak ada Pak. Hanya kebaikan hati para orang tua dengan kemampuan terbatas saja. Sekolah ini sedikit demi sediki diperbaiki, walau pada akhirnya tetap kembali rusak.”
Bapak paruh baya : “Ooo...” (mengangguk-anggukan kepala)
Ibu kepala sekolah : “Kami juga kekurangan tenaga pengajar Pak. Hanya ada saya dan Pak Karto yang mengajar anak-anak mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.”
Bapak paruh baya : “Mengapa bisa seperti itu, Bu?”, “Apa harapan ibu untuk masa depan sekolah ini? Mungkin saya bisa sedikit membantu dengan menyebarkan informasi kondisi sekolah ini.”
Ibu kepala sekolah : “Saya hanya berharap ada pihak yang terketuk hatinya untuk membantu sekolah ini. Minimal untuk memperbaiki bangunan sekolahnya dulu. Supaya anak-anak nyaman belajarnya.

















SAMPAH
1.     Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.
2.    Sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga/tidak berguna ,biasanya dibuang oleh  kebanyakan orang ,kita menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit . Padahal kita tidak mengetahui bahwa sampah  juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat  menjadi benda ekonomis jika diproses secara baik dan benar.

3.    Sampah dibagi menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan sumbernya, berdasarkan sifatnya dan berdasarkan bentuknya. Berdasarkan sumbernya sampah dapat dibagi menjadi tiga yaitu sampah alam ,sampah manusia dan sampah konsumsi . Contoh sampah alam yaitu daun –daun kering, contoh sampah manusia yaitu hasil-hasil pencernaan                       ( feses dan urin),sedangkan contoh sampah konsumsi yaitu sampah yang dihasilkan oleh pikiran manusia (plastik, kertas,dan lain-lain) yang biasanya dibuang ditempat sampah.  Berdasarkan sifatnya sampah juga dapat dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik,contoh sampah organik  yaitu  sampah yang mudah membusuk seperti  sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya,sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Sedangkan contoh sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya, sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Berdasarkan bentuknya sampah dapat dibagi menjadi dua yaitu sampah padat dan sampah cair. Contoh sampah padat yaitu sampah rumah tangga seperti sampah dapur       ( plastik , kertas, metal, gelas,sisa-sisa sayuran) ,sampah kebun ( daun, ranting pohon, rumput).Sedangkan contoh sampah cair yaitu sampah cair yang dihasilkan dari toilet      ( urine) , dapur , tempat cucian (air deterjen), kamar mandi  ( air sabun, shampo).

4.    Faktor penyebab banyaknya sampah yaitu  membuang sampah sembarangan ( tidak pada tempatnya),kurangya kesadaran kita dalam membedakan jenis-jenis sampah dalam pembuangannya, Sarana dan prasarana dari pemerintah yang seharusnya dapat membantu kita dalam memilah jenis-jenis sampah tersebut saat ini tersedia masih sangat minim. Dampak banyaknya sampah disekitar lingkungan yaitu berkembangnya berbagai macam penyakit ( Demam Berdarah, tifus,kolera,diare),sampah dapat menyebabkan banjir,merusak pemandangan serta bau yang tidak sedap. Cara mengatasi banyaknya sampah yaitu dengan membedakan sampah organic dan sampah anorganik untuk dibuang ketempat sampah,membuang sampah pada tempatnya, sampah organic dapat dibuat menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang.


Pendapat mengenai teks laporan :
·         Teks diatas, termasuk teks laporan karena, didalam teks tersebut terdapat struktur teks laporan seperti pernyataan umum/klasifikasi dan anggota /aspek yang dilaporkan, serta didalam teks tersebut terdapat kalimat definisi
·         Bahasa yang digunakan dalam teks tersebut sudah sesuai dengan ragam bahasa, dimana pada teks tersebut terdapat bahasa yang baku, terdapat tanda baca,serta huruf capital.












Pernyataan umum atau klasifikasi
Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.
Anggota/aspek yang dilaporkan
Sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga/tidak berguna ,biasanya dibuang oleh  kebanyakan orang ,mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit . Padahal kita tidak mengetahui bahwa sampah  juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat  menjadi benda ekonomis jika diproses secara baik dan benar.
Anggota /aspek yang dilaporkan






























Sampah dibagi menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan sumbernya, berdasarkan sifatnya dan berdasarkan bentuknya. Berdasarkan sumbernya sampah dapat dibagi menjadi tiga yaitu sampah alam ,sampah manusia dan sampah konsumsi . Contoh sampah alam yaitu daun –daun kering, contoh sampah manusia yaitu hasil-hasil pencernaan                       ( feses dan urin),sedangkan contoh sampah konsumsi yaitu sampah yang dihasilkan oleh pikiran manusia (plastik, kertas,dan lain-lain) yang biasanya dibuang ditempat sampah.  Berdasarkan sifatnya sampah juga dapat dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik,contoh sampah organik  yaitu  sampah yang mudah membusuk seperti  sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya,sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Sedangkan contoh sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya, sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Berdasarkan bentuknya sampah dapat dibagi menjadi dua yaitu sampah padat dan sampah cair. Contoh sampah padat yaitu sampah rumah tangga seperti sampah dapur       ( plastik , kertas, metal, gelas,sisa-sisa sayuran) ,sampah kebun ( daun, ranting pohon, rumput).Sedangkan contoh sampah cair yaitu sampah cair yang dihasilkan dari toilet  ( urine) , dapur , tempat cucian (air deterjen), kamar mandi  (air sabun, shampo)
Anggota /aspek yang dilaporkan
Faktor penyebab banyaknya sampah yaitu  membuang sampah sembarangan ( tidak pada tempatnya),kurangya kesadaran kita dalam membedakan jenis-jenis sampah dalam pembuangannya, Sarana dan prasarana dari pemerintah yang seharusnya dapat membantu kita dalam memilah jenis-jenis sampah tersebut saat ini tersedia masih sangat minim. Dampak banyaknya sampah disekitar lingkungan yaitu berkembangnya berbagai macam penyakit ( Demam Berdarah, tifus,kolera,diare),sampah dapat menyebabkan banjir,merusak pemandangan serta bau yang tidak sedap. Cara mengatasi banyaknya sampah yaitu dengan membedakan sampah organic dan sampah anorganik untuk dibuang ketempat sampah,membuang sampah pada tempatnya, sampah organic dapat dibuat menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar