MAKALAH
Bahasa indonesia
Disusun untuk memenuhi
tugas
NAMA : IMRON AFANDI
NO : 18
KELAS : X-TKJ 1

SMK TUNAS HARAPAN PATI
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Kemacetan
dan Masa Depan Kota
By: Novi Ermawati
By: Novi Ermawati
Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.
Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.
Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.
Kemacetan dan Masa Depan Kota
By: Novi Ermawati
By: Novi Ermawati
Tesis :
Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
Argumentasi :
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.
Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.
Pengegasan Ulang :
Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.
MENGONVERSI TEKS
ANEKDOT
Kondisi Memprihatinkan Sekolah Dasar X Pendidikan merupakan
hal yang penting untuk ditempuh oleh seseorang. Terutama untuk anak-anak dengan
rentang usia 5 sampai 18 tahun. Pendidikan menjadi salah satu modal untuk
anak-anak bangsa bisa berkarya dan memajukan bangsanya. Akan tetapi pada
kenyataannya, peningkatan fasilitas sekolah tersebut tidak merata di seluruh
daerah. Ada sebuah sekolah dasar di daerah X yang ternyata bangunan sekolahnya
sudah hampir rubuh. Para siswa pun harus menerima kondisi lantai sekolah yang
sudah rusak dan juga bangku serta meja yang sebenarnya sudah tidak begitu layak
untuk digunakan. Sekolah dasar X tersebut seolah tidak tersentuh oleh bantuan
dana dari pemerintah. Selain fasilitas bangunan sekolah yang mengkhawatirkan,
ketersediaan tenaga pengajar pun ternyata sedikit. Sebaiknya setiap tingkatan
kelas memiliki minimal satu pengajar, di sekolah ini hanya terdapat dua
pengajar saja yang harus pintar-pintar membagi waktu mereka untuk bisa mengajar
di enam tingkatan kelas. Kedua pengajar tersebut pun merupakan pengajar yang
sudah lama mengabdi di sekolah tersebut. Salah satu pengajar ternyata adalah
kepala sekolah. Bisa disimpulkan bahwa sekolah X tersebut hanya memiliki satu
pengajar saja. Sang kepala sekolah sebenarnya sudah mengusahakan semaksimal
mungkin untuk perbaikan fasilitas sekolah dan juga tambahan tenaga pengajar di
sekolahnya. Akan tetapi, usahanya selalu menemui jalan buntu. Untuk masalah
dana perbaikan sekolah, ia pada akhirnya hanya menerima janji-janji tanpa bukti
cairnya dana perbaikan sekolah.
Melihat situasi yang terjadi pada situasi sekolah X tersebut, masihkah kita merasa bahwa kemajuan pendidikan bangsa ini sudah merata? Saya yakin bahwa kondisi menyedihkan dari sebuah sekolah negeri tidak hanya terjadi pada sekolah X ini saja, masih ada banyak sekolah-sekolah lainnya yang berada pada kondisi mengkhawatirkan tetapi seolah tidak terlihat sama sekali. Tidak ada bantuan dana sedikit pun yang mengalir. Kondisi memprihatinkan ini memang harus segera ditangani dengan baik. Bila tidak, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada sekolah seperti sekolah dasar X tersebut di kemudian hari.
Melihat situasi yang terjadi pada situasi sekolah X tersebut, masihkah kita merasa bahwa kemajuan pendidikan bangsa ini sudah merata? Saya yakin bahwa kondisi menyedihkan dari sebuah sekolah negeri tidak hanya terjadi pada sekolah X ini saja, masih ada banyak sekolah-sekolah lainnya yang berada pada kondisi mengkhawatirkan tetapi seolah tidak terlihat sama sekali. Tidak ada bantuan dana sedikit pun yang mengalir. Kondisi memprihatinkan ini memang harus segera ditangani dengan baik. Bila tidak, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada sekolah seperti sekolah dasar X tersebut di kemudian hari.
HASIL KONVERSI TEKS
EKSPOSISI
Contoh teks dialog dari konversi teks eksposisi di atas
Lokasi berada di sebuah sekolah dasar dengan fasilitas sekolah yang memprihatinkan.
Ibu kepala sekolah : “Beginilah Pak kondisi sekolah kami.”
Bapak paruh baya : “Sudah berapa lama ini berlangsung, Bu?”
Ibu kepala sekolah : “Sudah hampir sepuluh tahun.”
Bapak paruh baya : “Sepuluh tahun? Apa Ibu sudah meminta bantuan dari pihak tertentu?”
Ibu kepala sekolah : “Saya sudah berusaha Pak. Sudah cukup sering juga saya bolak-balik. Tapi apa daya, saya hanya menerima janji ini dan janji itu saja.”
Bapak paruh baya : “Jadi selama sepuluh tahun ini tidak ada dana untuk perbaikan sekolah?”
Ibu kepala sekolah : “Tidak ada Pak. Hanya kebaikan hati para orang tua dengan kemampuan terbatas saja. Sekolah ini sedikit demi sediki diperbaiki, walau pada akhirnya tetap kembali rusak.”
Bapak paruh baya : “Ooo...” (mengangguk-anggukan kepala)
Ibu kepala sekolah : “Kami juga kekurangan tenaga pengajar Pak. Hanya ada saya dan Pak Karto yang mengajar anak-anak mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.”
Bapak paruh baya : “Mengapa bisa seperti itu, Bu?”, “Apa harapan ibu untuk masa depan sekolah ini? Mungkin saya bisa sedikit membantu dengan menyebarkan informasi kondisi sekolah ini.”
Ibu kepala sekolah : “Saya hanya berharap ada pihak yang terketuk hatinya untuk membantu sekolah ini. Minimal untuk memperbaiki bangunan sekolahnya dulu. Supaya anak-anak nyaman belajarnya.
SAMPAH
2.
Sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak
berharga/tidak berguna ,biasanya dibuang oleh
kebanyakan orang ,kita menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan
terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit . Padahal kita tidak mengetahui
bahwa sampah juga bisa menjadi sesuatu
yang berguna dan bermanfaat menjadi
benda ekonomis jika diproses secara baik dan benar.
3. Sampah dibagi menjadi beberapa jenis
yaitu berdasarkan sumbernya, berdasarkan
sifatnya dan berdasarkan bentuknya. Berdasarkan sumbernya sampah dapat
dibagi menjadi tiga yaitu sampah alam ,sampah manusia dan sampah konsumsi .
Contoh sampah alam yaitu daun –daun kering, contoh sampah manusia yaitu
hasil-hasil pencernaan
( feses dan urin),sedangkan contoh sampah konsumsi yaitu sampah yang
dihasilkan oleh pikiran manusia (plastik, kertas,dan lain-lain) yang biasanya
dibuang ditempat sampah. Berdasarkan sifatnya sampah juga dapat
dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik,contoh sampah
organik yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan
sebagainya,sampah
ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
Sedangkan contoh sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti
plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas
minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya, sampah ini dapat dijadikan
sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Berdasarkan
bentuknya sampah dapat dibagi menjadi dua yaitu sampah padat dan sampah
cair. Contoh sampah padat yaitu sampah rumah tangga seperti sampah dapur ( plastik ,
kertas, metal, gelas,sisa-sisa sayuran) ,sampah kebun ( daun, ranting pohon, rumput).Sedangkan contoh sampah
cair yaitu sampah cair yang dihasilkan dari toilet ( urine) , dapur , tempat cucian (air
deterjen), kamar mandi ( air sabun,
shampo).
4. Faktor
penyebab
banyaknya sampah yaitu membuang sampah
sembarangan ( tidak pada tempatnya),kurangya kesadaran kita dalam membedakan
jenis-jenis sampah dalam pembuangannya, Sarana dan prasarana dari pemerintah
yang seharusnya dapat membantu kita dalam memilah jenis-jenis sampah tersebut
saat ini tersedia masih sangat minim. Dampak
banyaknya sampah disekitar lingkungan yaitu berkembangnya berbagai macam
penyakit ( Demam Berdarah, tifus,kolera,diare),sampah dapat menyebabkan
banjir,merusak pemandangan serta bau yang tidak sedap. Cara mengatasi banyaknya sampah yaitu dengan membedakan sampah
organic dan sampah anorganik untuk dibuang ketempat sampah,membuang sampah pada
tempatnya, sampah organic dapat dibuat menjadi kompos, sedangkan sampah
anorganik dapat didaur ulang.
Pendapat mengenai teks laporan :
·
Teks diatas, termasuk teks laporan karena, didalam teks tersebut terdapat
struktur teks laporan seperti pernyataan umum/klasifikasi dan anggota /aspek
yang dilaporkan, serta didalam teks tersebut terdapat kalimat definisi
·
Bahasa yang digunakan dalam teks tersebut sudah sesuai dengan ragam bahasa,
dimana pada teks tersebut terdapat bahasa yang baku, terdapat tanda baca,serta
huruf capital.
|
Pernyataan umum atau klasifikasi
|
|
|
Anggota/aspek
yang dilaporkan
|
Sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak
berarti dan tidak berharga/tidak berguna ,biasanya dibuang oleh kebanyakan orang ,mereka menganggapnya
sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan
menyebabkan penyakit . Padahal kita tidak mengetahui bahwa sampah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan
bermanfaat menjadi benda ekonomis jika
diproses secara baik dan benar.
|
|
Anggota
/aspek yang dilaporkan
|
Sampah dibagi
menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan
sumbernya, berdasarkan sifatnya dan berdasarkan bentuknya. Berdasarkan
sumbernya sampah dapat dibagi menjadi tiga yaitu sampah alam ,sampah
manusia dan sampah konsumsi . Contoh sampah alam yaitu daun –daun kering,
contoh sampah manusia yaitu hasil-hasil pencernaan ( feses dan
urin),sedangkan contoh sampah konsumsi yaitu sampah yang dihasilkan oleh
pikiran manusia (plastik, kertas,dan lain-lain) yang biasanya dibuang
ditempat sampah. Berdasarkan sifatnya sampah juga dapat dibagi menjadi dua yaitu
sampah organik dan sampah anorganik,contoh sampah organik yaitu
sampah yang mudah membusuk seperti sisa
makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya,sampah ini
dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Sedangkan contoh sampah anorganik
yaitu sampah yang tidak mudah membusuk,
seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan
gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya, sampah
ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk
dijadikan produk lainnya. Berdasarkan
bentuknya sampah dapat dibagi menjadi dua yaitu sampah padat dan sampah
cair. Contoh sampah padat yaitu sampah rumah tangga seperti sampah dapur ( plastik
, kertas, metal, gelas,sisa-sisa sayuran) ,sampah kebun ( daun, ranting pohon, rumput).Sedangkan contoh sampah
cair yaitu sampah cair yang dihasilkan dari toilet ( urine) , dapur , tempat cucian
(air deterjen), kamar mandi (air sabun, shampo)
|
|
Anggota
/aspek yang dilaporkan
|
Faktor
penyebab banyaknya sampah yaitu membuang sampah sembarangan ( tidak pada
tempatnya),kurangya kesadaran kita dalam membedakan jenis-jenis sampah dalam
pembuangannya, Sarana dan prasarana dari pemerintah yang seharusnya dapat
membantu kita dalam memilah jenis-jenis sampah tersebut saat ini tersedia
masih sangat minim. Dampak
banyaknya sampah disekitar lingkungan yaitu berkembangnya berbagai macam
penyakit ( Demam Berdarah, tifus,kolera,diare),sampah dapat menyebabkan
banjir,merusak pemandangan serta bau yang tidak sedap. Cara mengatasi banyaknya sampah yaitu dengan membedakan sampah
organic dan sampah anorganik untuk dibuang ketempat sampah,membuang sampah
pada tempatnya, sampah organic dapat dibuat menjadi kompos, sedangkan sampah
anorganik dapat didaur ulang.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar