Kamis, 19 November 2015

PERKEMBANGAN KONSEP PENILAIAN PEMBELAJARAN DI PAUD DAN IMPLEMENTASINYA

PENGEMBANGAN KONSEP PENILAIAN PEMBELAJARAN DI PAUD DAN IMPLEMENTASINYA
A.    Pengertian Penilaian
Penilaian merupakan bagian terpenting dari proses pembelajaran. Karena dari proses pembelajaran tersebut guru perlu mengetahui seberapa jauh proses pembelajaran tersebut telah mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dalam dunia pendidikan anak usia dini, penilaian berkaitan dengan pengumpulan data mengenai berbagai aspek perkembangan anak yang salah satunya merupakan hasil belajar pada pendidikan anak usia dini. Sedangkan evaluasi adalah salah suatu proses pengambilan keputusan mengenai tingkat pencapaian perkembangan anak berdasarkan hasil penilaian.
Pada saat ini, dalam dunia pendidikan anak usia dini penilaian menjadi perbincangan yang hangat, perbincangan tersebut terutama difokuskan pada ketepatan pemilihan tipe penilaian bagi seorang anak, karena dalam implementasinya masih banyak terjadi penggunaan alat penilaian yang tidak tepat sehingga mendapatkan hasil yang biasa atau tidak tepat.
B.     Fungsi dan Tujuan Penilaian
Fungsi dari penilaian menurut Nana Sudjana, (1995: 4)adalah sebagai berikut :
(1)   Alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan intruksional.
Dengan demikian penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan intruksional.
(2)   Umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar.
Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan intruksional, kegiatan belajar siswa, strategi mengajar guru dan lain-lain.
(3)   Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tua. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya
Penilaian di sini berfungsi sebagai alat untuk mengetahui seberapa berhasilkah proses belajar mengajar yang terjadi. Selain itu juga sebagai perbaikan dalam melakukan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa. Dan juga sebagai laporan kemauan belajar siswa yang diberikan kepada orang tua agar orang tuanya mengetahui hasil belajar anaknya dalam bentuk raport yang biasanya diberikan pada akhir semester.
Fungsi penilaian yang lainnya di sini bukan hanya untuk menentukan kemajuan belajar siswa, tetapi sangat luas. Fungsi penilaian adalah sebagai berikut:
(a)    Penilaian membantu siswa merealisasikan dirinya untuk mengubah atau mengembangkan perilakunya.
(b)   Penilaian membantu siswa mendapat kepuasan atas apa yang telah dikerjakannya.
(c)    Penilaian membantu guru untuk menetapkan apakah metode mengajar yang digunakannya telah memadai.
(d)   Penilaian membantu guru membuat pertimbangan administrasi.
(Cronbach, 1954 dalam Hamalik, 2002: 204).

Fungsi penilaian sebagai alat untuk membantu siswa dalam mewujudkan dan mengubah perilakunya sesuai dengan tata tertib yang ada. Di sini juga siswa mendapat kepuasan atas apa yang dikerjakannya yang berupa nilai. Apabila mereka sungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu maka hasil yang didapatkan akan bagus sehingga mereka akan puas dengan hasil yang didapatkannya. Penilaian juga membantu guru dalam menetapkan metode yang digunakan telah tepat diterapkan.
Sedangkan tujuan dari penilaian menurut Nana Sudjana, (1995: 4) adalah sebagai berikut :
1)      Mendeskripsikan kecakapan belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2)      Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.
3)      Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaanya.
4)      Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Pihak yang dimaksud meliputi pemerintah, masyarakat, dan para orang tua siswa.
Dari pendapat di atas, penilaian mempunyai tujuan mendeskripsikan hasil belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangan siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Selain itu juga dapat mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, di sini dapat terlihat berhasil tidaknya guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Apabila hasilnya kurang baik maka dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan proses pendidikan sehingga dapat memberikan pertanggungjawaban terhadap pihak sekolah.


C.    Tujuan dan Ruang Lingkup Penilaian
Tujuan asesmen di TK adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui berbagai aspek perkembangan anak secara individual, dan sebagainya.
  2. Untuk diagnosa adanya hambatan perkembangan maupun identifikasi penyebab masalah belajar pada anak.
  3. Untuk memberikan tempat dan program yang tepat untuk anak, dalam hal ini untuk mengetahui apakah anak membutuhkan pelayanan khusus atau tidak.
  4. Untuk membuat perencanaan program (curriculum planning), dalam hal ini asesmen digunakan untuk memodifikasi kurikulum, menentukan metodologi, dan memberikan umpan balik (fedback).
  5. Untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah perkembangan pada anak.
  6. Untuk kajian penelitian
D.    Prinsip Penilaian

1. Terencana
Penilaian dilakukan secara terencana sesuai dengan aspek perkembangan yang akan dinilai.
2.  Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram.
3.  Menyeluruh
Penilaian  mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, seni.
4. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang  perkembangan anak didik. 
5. Obyektif
Penilaian dilaksanakan terhadap  semua aspek perkembangan   sebagaimana adanya.
6. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi dan mengembangkan  anak didik  secara optimal.
7. Kebermaknaan
Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua, anak didik dan pihak lain.
Dalam prinsip penilaian kita sebaiknya sesuai dengan prinsip dasar penilaian untuk perkembangan anak antara lain ;
1.      Bermanfaat untuk anak.
2.      Memiliki tujuan khusus yang jelas.
3.      Memahami kemungkinan keterbatasan implementasi penilaian dan evaluasi pada anak.
4.      Sesuai dengan usia anak.
5.      Terdapat kesesuaian dengan budaya anak.
6.      Bernilai bagi orang tua.

E.      Manfaat Penilaian
  1. Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi anak  yang berkaitan dengan bidang pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
  2. Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran.
  3. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap perrtumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
  4. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  5. Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi anak  yang berkaitan dengan bidang pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
  6. Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran.
  7. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap perrtumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
  8. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
F.      Rambu-Rambu Penilaian Kelas
Dalam melaksanakan penilaian, guru sebaiknya:
  1. Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.
  2. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.
  3. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar anak.
  4. Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus anak.
  5. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar anak.
  6. Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan cara tertulis, lisan, produk portofolio, unjuk kerja, proyek, dan tingkah laku.
G.    Cara Dan Teknik Penilaian

Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan dan pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan perkembangan dan  pertumbuhan anak berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator  pencapaian hasil belajar yang memuat berbagai aspek perkembangan. Indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian dengan menggunakan alat dan cara penilaian serta serangkaian prosedur.

1.  Cara Penilaian
v  Pengamatan (observasi)
Pengamatan (Observasi) adalah cara pengumpulan data untuk memperoleh informasi melalui pengamatan langsung terhadap bidang pengembangan pembiasaan (agama, moral, sosial emosional, dan kemandirian) dan bidang pengembangan kemampuan dasar (kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni) yang dilakukan sehari-hari secara terus menerus.
Agar observasi lebih terarah maka diperlukan buku bantu atau kertas catatan yang dikembangkan oleh guru untuk mencatat hal-hal yang dianggap dianggap perlu dan yang dituangkan dalam RKH.
v  Catatan Anekdot
Catatan anekdot adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara khusus yang terjadi pada anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi tertentu.
2. Teknik Penilaian

a. Unjuk Kerja (Performance)
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan anak dalam melakukan sesuatu, misalnya praktek menyanyi, olah raga, bermain peran, memperagakan seni. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan aspek –aspek yang  diamati agar dapat dinilai.
Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau format   instrumen daftar cek atau skala penilaian.
b. Hasil Karya (Product)
Hasil karya adalah hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak  diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya.

c. Penilaian Sikap
1) Pengertian
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau   andangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah  perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan  dengan kehadiran objek sikap.

2)Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan observasi perilaku . Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik  yang dibinanya. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.  Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian :






No.
Hari/ Tanggal
Nama Siswa
Kejadian
(positif atau negatif)
Tindak Lanjut
Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula  untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.

d. Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi dan hasil percobaan/proses dalam bentuk diskripsi  baik berupa gambar atau tulisan sederhana yang dibuat anak. Kumpulan hasil selama satu periode dianalisis/dikaji untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan anak berdasarkan kompetensi /indikator yang telah ditetapkan.
Data berupa hasil karya anak, untuk memperoleh kesimpulan tentang gambaran akhir  perkembangan anak. Penilaian jenis ini akan dapat mendeteksi setiap kemajuan yang diperoleh anak dari waktu ke waktu. Penilaian Portofolio dapat digunakan untuk bidang pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
ePenugasan (Project)
Penugasan merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.

H.    Aspek-aspek yang di nilai

Penilaian ditujukan pada seluruh aspek perkembangan anak, bukan hanya salah satu atau beberapa aspek perkembangan saja. Aspek-aspek perkembangan anak antara lain :
1.      Nilai Agama dan Moral
Nilai agama dan moral menyangkut nilai-nilai yang berlaku dalam masing-masing agama, tata nilai secara universal, nilai-nilai moral yang berlaku dalam masyarakat atau budaya. Hal ini menyangkut :
a.       Ibadah dalam masing-masing agama.
b.      Toleransi.
2.      Kognitif
Kognitif menyangkut perkembangan daya fikir dan daya nalar anak. Hal ini berkaitan dengan :
a.       Kemampuan anak untuk berfikir kritis.
b.      Kemampuan anak untuk memecahkan masalah.
3.      Sosial Emosional
Perkembangan sosial emosional menyangkut interaksi anak dengan teman sebaya, orang dewasa, dan lingkungan sosial lainnya.
4.      bahasa
bahasa merupakan salah satu alat untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Perkembangan bahasa seorang anak sangat dipengaruhi oleh :
a.       Stimulasi yang diterima oleh anak.
b.      Budaya setempat.
c.       Frekuensi dan kualitas interaksi antara anak dan lingkungan sosialnya.

I.       Pelaporan Hasil Penilaian
            Pelaporan Hasil Penilaian Ketika pendidik hendak melaporkan hasil penilaian, maka langkah-langkah yang dapat ditempuh sebagai berikut.
 a. Mengumpulkan seluruh catatan perkembangan anak (perilaku, aktivitas, hasil karya, dan lain- lain), baik catatan anekdot, time sampling, portofolio ataupun catatan lainnya.
 b. Menginterpretasi tahapan perkembangan anak berdasarkan catatan dengan mengacu pada indikator perkembangan.
 c. Mengambil kesimpulan mengenai kondisi anak
d. Melakukan pengecekan kembali (cross check) kesimpulan dengan dikaitkan data pendukung lainnya
e. Menuangkan dalam buku laporan secara bijaksana Pendidik dapat melaporkan hasil penilaian perkembangan anak kepada pihak-pihak terkait yang berkepentingan, terutama orangtua, dengan berbagai cara.
Cara yang dapat ditempuh antara lain :
a. Buku laporan perkembangan anak . Hasil penilaian perkembangan anak (pengamatan, hasil karya, dll) dalam satu satuan waktu kemudian dirangkum menjadi “Laporan Hasil Evaluasi Perkembangan Anak” dan diberikan kepada orang tua. Laporan ditulis dalam bentuk uraian singkat, ditambah dengan keterangan tentang kehadiran, pertumbuhan berat dan tinggi badan serta rekomendasi untuk orangtua
 b. Pertemuan antara pendidik dan orangtua. Berbagai hal yang perlu diperhatikan pada saat pertemuan antara guru dan orangtua antara lain :
 1. Sikap positif dan personal, dalam arti ketika memberikan informasi kepada orangtua diperlukan sikap yang santun dan bersifat individual (tidak disampaikan dalam forum umum) 2. Pendidik menyiapkan seluruh hasil dokumentasi anak dan menunjukkan pada orangtua.
3. Menunjukkan perhatian yang penuh ketika berdiskusi dengan orangtua.
4. Memberikan apresiasi terhadap orangtua apabila menanyakan program belajar di sekolah 5. Menjadi pendengar yang baik ketika orangtua menyampaikan informasi atau keluhan yang berkaitan dengan anak, program belajar di lembaga ataupun hal-hal lain yang relevan.
6. Menyampaikan terlebih dahulu topik yang hendak dibahas kepada orangtua, sehingga orangtua mendapatkan pemahaman awal
 7. Berfokus pada solusi yang mungkin dan akan dilakukan apabila terdapat masalah
c. Student led conference. Beberapa aktivitas yang terjadi dalam teknik pelaporan evaluasi ini antara lain:
 1). Melibatkan anak secara langsung
 2). Anak melaporkan pada orangtua tentang hasil belajarnya melalui hasil karya yang telah dibuat oleh anak
 3). Anak dapat memilih satu hasil karya dari portofolionya
 4). Seluruh anak dan pendidik menata, memajang hasil karya, dan menghias kelas untuk memberikan atmosfer kelas yang menyenangkan
5). Anak menceritakan pada orangtua tentang hasil karyanya
 6). Orangtua berdiskusi dengan anak berkaitan dengan hasil karya yang sudah dihasilkannya Berdasarkan pada laporan perkembangan anak, dapat dilakukan tindak lanjut sebagai berikut. a. Melanjutkan stimulasi positif kepada anak agar anak dapat mencapai tahap perkembangan sesuai dengan usia
 b. Merujuk anak kepada para profesional apabila diperlukan
c. Memperbaiki program pembelajaran
d. Memperbaiki pola pengasuhan anak di rumah, dan sebagainya Tindak lanjut tersebut disesuaikan dengan kondisi anak, orangtua maupun lembaga.
















PERKEMBANGAN KONSEP PENILAIAN PEMBELAJARAN DI PAUD DAN IMPLEMENTASINYA
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum AUD
Dosen Pengampu : Sumiyati, M.Pd.I
Oleh :
Muntari (13.12.00709)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL ATHFAL
INSTITUT PESANTREN MATHALI’UL FALAH
PURWOREJO- MARGOYOSO -PATI

TAHUN AKADEMIK 2015-2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar