PENGEMBANGAN KONSEP
PENILAIAN PEMBELAJARAN DI PAUD DAN IMPLEMENTASINYA
A.
Pengertian
Penilaian
Penilaian merupakan bagian terpenting
dari proses pembelajaran. Karena dari proses pembelajaran tersebut guru perlu
mengetahui seberapa jauh proses pembelajaran tersebut telah mencapai hasil
sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dalam dunia pendidikan anak usia dini, penilaian
berkaitan dengan pengumpulan data mengenai berbagai aspek perkembangan anak
yang salah satunya merupakan hasil belajar pada pendidikan anak usia dini.
Sedangkan evaluasi adalah salah suatu proses pengambilan keputusan mengenai
tingkat pencapaian perkembangan anak berdasarkan hasil penilaian.
Pada saat ini, dalam dunia
pendidikan anak usia dini penilaian menjadi perbincangan yang hangat, perbincangan
tersebut terutama difokuskan pada ketepatan pemilihan tipe penilaian bagi
seorang anak, karena dalam implementasinya masih banyak terjadi penggunaan alat
penilaian yang tidak tepat sehingga mendapatkan hasil yang biasa atau tidak
tepat.
B.
Fungsi dan Tujuan
Penilaian
Fungsi dari penilaian menurut Nana Sudjana, (1995:
4)adalah sebagai berikut :
(1)
Alat untuk
mengetahui tercapai tidaknya tujuan intruksional.
Dengan
demikian penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan intruksional.
(2)
Umpan balik
bagi perbaikan proses belajar mengajar.
Perbaikan
mungkin dilakukan dalam hal tujuan intruksional, kegiatan belajar siswa,
strategi mengajar guru dan lain-lain.
(3)
Dasar dalam
menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tua. Dalam laporan
tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai
bidang studi dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya
Penilaian di sini berfungsi sebagai alat untuk
mengetahui seberapa berhasilkah proses belajar mengajar yang terjadi. Selain
itu juga sebagai perbaikan dalam melakukan proses belajar mengajar yang
dilakukan oleh guru dan siswa. Dan juga sebagai laporan kemauan belajar siswa
yang diberikan kepada orang tua agar orang tuanya mengetahui hasil belajar
anaknya dalam bentuk raport yang biasanya diberikan pada akhir semester.
Fungsi penilaian yang lainnya di sini bukan hanya
untuk menentukan kemajuan belajar siswa, tetapi sangat luas. Fungsi penilaian
adalah sebagai berikut:
(a) Penilaian
membantu siswa merealisasikan dirinya untuk mengubah atau mengembangkan
perilakunya.
(b) Penilaian
membantu siswa mendapat kepuasan atas apa yang telah dikerjakannya.
(c) Penilaian
membantu guru untuk menetapkan apakah metode mengajar yang digunakannya telah
memadai.
(d) Penilaian
membantu guru membuat pertimbangan administrasi.
(Cronbach, 1954 dalam Hamalik, 2002: 204).
Fungsi penilaian sebagai alat untuk membantu siswa
dalam mewujudkan dan mengubah perilakunya sesuai dengan tata tertib yang ada.
Di sini juga siswa mendapat kepuasan atas apa yang dikerjakannya yang berupa
nilai. Apabila mereka sungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu maka hasil yang
didapatkan akan bagus sehingga mereka akan puas dengan hasil yang
didapatkannya. Penilaian juga membantu guru dalam menetapkan metode yang
digunakan telah tepat diterapkan.
Sedangkan tujuan dari penilaian menurut Nana Sudjana,
(1995: 4) adalah sebagai berikut :
1)
Mendeskripsikan
kecakapan belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya
dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2)
Mengetahui
keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh
keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan
yang diharapkan.
3)
Menentukan
tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan
dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaanya.
4)
Memberikan
pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada
pihak-pihak yang berkepentingan.
Pihak yang
dimaksud meliputi pemerintah, masyarakat, dan para orang tua siswa.
Dari pendapat di atas, penilaian
mempunyai tujuan mendeskripsikan hasil belajar siswa sehingga dapat diketahui
kelebihan dan kekurangan siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Selain itu
juga dapat mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah,
di sini dapat terlihat berhasil tidaknya guru dalam melaksanakan proses belajar
mengajar. Apabila hasilnya kurang baik maka dapat dilakukan perbaikan dan
penyempurnaan proses pendidikan sehingga dapat memberikan pertanggungjawaban
terhadap pihak sekolah.
C.
Tujuan dan
Ruang Lingkup Penilaian
Tujuan asesmen di TK adalah sebagai berikut :
- Untuk
mengetahui berbagai aspek perkembangan anak secara individual, dan
sebagainya.
- Untuk
diagnosa adanya hambatan perkembangan maupun identifikasi penyebab masalah
belajar pada anak.
- Untuk
memberikan tempat dan program yang tepat untuk anak, dalam hal ini untuk mengetahui
apakah anak membutuhkan pelayanan khusus atau tidak.
- Untuk
membuat perencanaan program (curriculum planning), dalam hal ini asesmen
digunakan untuk memodifikasi kurikulum, menentukan metodologi, dan
memberikan umpan balik (fedback).
- Untuk
mengidentifikasi dan memperbaiki masalah perkembangan pada anak.
- Untuk
kajian penelitian
D. Prinsip
Penilaian
1. Terencana
Penilaian
dilakukan secara terencana sesuai dengan aspek perkembangan yang akan dinilai.
2. Sistematis
Penilaian dilakukan secara
teratur dan terprogram.
3. Menyeluruh
Penilaian
mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama,
sosial-emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, seni.
4. Berkesinambungan
Penilaian
dilakukan secara bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran
tentang perkembangan anak didik.
5. Obyektif
Penilaian dilaksanakan terhadap semua aspek perkembangan
sebagaimana adanya.
6. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat
dijadikan dasar untuk memotivasi dan mengembangkan anak didik
secara optimal.
7. Kebermaknaan
Hasil penilaian harus mempunyai arti
dan bermanfaat bagi guru, orang tua, anak didik dan pihak lain.
Dalam prinsip penilaian kita sebaiknya sesuai dengan prinsip dasar
penilaian untuk perkembangan anak antara lain ;
1.
Bermanfaat untuk anak.
2. Memiliki
tujuan khusus yang jelas.
3. Memahami
kemungkinan keterbatasan implementasi penilaian dan evaluasi pada anak.
4. Sesuai
dengan usia anak.
5. Terdapat
kesesuaian dengan budaya anak.
6. Bernilai
bagi orang tua.
E. Manfaat Penilaian
- Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi anak
yang berkaitan dengan bidang pengembangan pembiasaan dan bidang
pengembangan kemampuan dasar.
- Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki program dan
kegiatan pembelajaran.
- Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan
bimbingan terhadap perrtumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
- Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam
kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
- Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi anak
yang berkaitan dengan bidang pengembangan pembiasaan dan bidang
pengembangan kemampuan dasar.
- Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki program dan
kegiatan pembelajaran.
- Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan
bimbingan terhadap perrtumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
- Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam
kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
F. Rambu-Rambu
Penilaian Kelas
Dalam melaksanakan penilaian, guru sebaiknya:
- Memandang
penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.
- Mengembangkan
strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.
- Melakukan
berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk menyediakan
berbagai jenis informasi tentang hasil belajar anak.
- Mempertimbangkan
berbagai kebutuhan khusus anak.
- Mengembangkan
dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan
kegiatan belajar anak.
- Menggunakan
cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan
dengan cara tertulis, lisan, produk portofolio, unjuk kerja, proyek, dan
tingkah laku.
G.
Cara Dan Teknik Penilaian
Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan
informasi tentang perkembangan dan pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan
informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan perkembangan
dan pertumbuhan anak berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar
yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan
indikator-indikator pencapaian hasil belajar yang memuat berbagai aspek
perkembangan. Indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar merupakan acuan
yang digunakan untuk melakukan penilaian dengan menggunakan alat dan cara penilaian
serta serangkaian prosedur.
1. Cara Penilaian
v Pengamatan
(observasi)
Pengamatan (Observasi) adalah cara pengumpulan data
untuk memperoleh informasi melalui pengamatan langsung terhadap bidang
pengembangan pembiasaan (agama, moral, sosial emosional, dan kemandirian) dan
bidang pengembangan kemampuan dasar (kemampuan berbahasa, kognitif,
fisik/motorik, dan seni) yang dilakukan sehari-hari secara terus menerus.
Agar observasi lebih terarah maka diperlukan buku
bantu atau kertas catatan yang dikembangkan oleh guru untuk mencatat hal-hal
yang dianggap dianggap perlu dan yang dituangkan dalam RKH.
v Catatan
Anekdot
Catatan
anekdot adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara khusus yang
terjadi pada anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi tertentu.
2. Teknik Penilaian
a. Unjuk
Kerja (Performance)
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati
kegiatan anak dalam melakukan sesuatu, misalnya praktek menyanyi, olah raga,
bermain peran, memperagakan seni. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan
aspek –aspek yang diamati agar dapat dinilai.
Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau
format instrumen daftar cek atau skala penilaian.
b. Hasil
Karya (Product)
Hasil karya adalah hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat
berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga
proses pembuatannya.
c. Penilaian
Sikap
1) Pengertian
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka)
yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap
juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau
andangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk,
sehingga terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif,
kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah
perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu
objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai
objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau
berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan
dengan kehadiran objek sikap.
2)Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan observasi perilaku
. Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan dalam sesuatu hal.
Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya
yang senang kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi
terhadap peserta didik yang dibinanya.
Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan
dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan
dengan peserta didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan
harian :
|
No.
|
Hari/ Tanggal
|
Nama Siswa
|
Kejadian
(positif atau negatif)
|
Tindak Lanjut
|
Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan
menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat
menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.
d.
Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan
yang didasarkan pada kumpulan informasi dan hasil percobaan/proses dalam bentuk
diskripsi baik berupa gambar atau
tulisan sederhana yang dibuat anak. Kumpulan hasil selama satu periode
dianalisis/dikaji untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan anak berdasarkan
kompetensi /indikator yang telah ditetapkan.
Data berupa hasil karya anak, untuk memperoleh
kesimpulan tentang gambaran akhir
perkembangan anak. Penilaian jenis ini akan dapat mendeteksi setiap
kemajuan yang diperoleh anak dari waktu ke waktu. Penilaian Portofolio dapat
digunakan untuk bidang pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan
kemampuan dasar.
e. Penugasan (Project)
Penugasan merupakan cara penilaian berupa pemberian
tugas yang harus dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara perorangan
maupun kelompok. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.
H.
Aspek-aspek
yang di nilai
Penilaian ditujukan pada seluruh aspek perkembangan
anak, bukan hanya salah satu atau beberapa aspek perkembangan saja. Aspek-aspek
perkembangan anak antara lain :
1.
Nilai Agama
dan Moral
Nilai agama dan moral menyangkut nilai-nilai yang
berlaku dalam masing-masing agama, tata nilai secara universal, nilai-nilai
moral yang berlaku dalam masyarakat atau budaya. Hal ini menyangkut :
a. Ibadah dalam
masing-masing agama.
b. Toleransi.
2.
Kognitif
Kognitif menyangkut perkembangan daya fikir dan daya
nalar anak. Hal ini berkaitan dengan :
a. Kemampuan
anak untuk berfikir kritis.
b. Kemampuan
anak untuk memecahkan masalah.
3.
Sosial
Emosional
Perkembangan sosial emosional menyangkut interaksi
anak dengan teman sebaya, orang dewasa, dan lingkungan sosial lainnya.
4.
bahasa
bahasa merupakan salah satu alat untuk berinteraksi dan berkomunikasi.
Perkembangan bahasa seorang anak sangat dipengaruhi oleh :
a.
Stimulasi yang diterima oleh anak.
b. Budaya
setempat.
c. Frekuensi
dan kualitas interaksi antara anak dan lingkungan sosialnya.
I. Pelaporan Hasil Penilaian
Pelaporan Hasil Penilaian Ketika
pendidik hendak melaporkan hasil penilaian, maka langkah-langkah yang dapat
ditempuh sebagai berikut.
a. Mengumpulkan
seluruh catatan perkembangan anak (perilaku, aktivitas, hasil karya, dan lain-
lain), baik catatan anekdot, time sampling, portofolio ataupun catatan lainnya.
b.
Menginterpretasi tahapan perkembangan anak berdasarkan catatan dengan mengacu
pada indikator perkembangan.
c. Mengambil
kesimpulan mengenai kondisi anak
d. Melakukan pengecekan kembali (cross check)
kesimpulan dengan dikaitkan data pendukung lainnya
e. Menuangkan dalam buku laporan secara bijaksana
Pendidik dapat melaporkan hasil penilaian perkembangan anak kepada pihak-pihak
terkait yang berkepentingan, terutama orangtua, dengan berbagai cara.
Cara yang dapat ditempuh antara lain :
a. Buku laporan perkembangan anak . Hasil penilaian
perkembangan anak (pengamatan, hasil karya, dll) dalam satu satuan waktu
kemudian dirangkum menjadi “Laporan Hasil Evaluasi Perkembangan Anak” dan
diberikan kepada orang tua. Laporan ditulis dalam bentuk uraian singkat,
ditambah dengan keterangan tentang kehadiran, pertumbuhan berat dan tinggi badan
serta rekomendasi untuk orangtua
b. Pertemuan
antara pendidik dan orangtua. Berbagai hal yang perlu diperhatikan pada saat
pertemuan antara guru dan orangtua antara lain :
1. Sikap
positif dan personal, dalam arti ketika memberikan informasi kepada orangtua
diperlukan sikap yang santun dan bersifat individual (tidak disampaikan dalam
forum umum) 2. Pendidik menyiapkan seluruh hasil dokumentasi anak dan
menunjukkan pada orangtua.
3. Menunjukkan perhatian yang penuh ketika berdiskusi
dengan orangtua.
4. Memberikan apresiasi terhadap orangtua apabila
menanyakan program belajar di sekolah 5. Menjadi pendengar yang baik ketika
orangtua menyampaikan informasi atau keluhan yang berkaitan dengan anak,
program belajar di lembaga ataupun hal-hal lain yang relevan.
6. Menyampaikan terlebih dahulu topik yang hendak
dibahas kepada orangtua, sehingga orangtua mendapatkan pemahaman awal
7. Berfokus
pada solusi yang mungkin dan akan dilakukan apabila terdapat masalah
c. Student led conference. Beberapa aktivitas yang
terjadi dalam teknik pelaporan evaluasi ini antara lain:
1). Melibatkan
anak secara langsung
2). Anak
melaporkan pada orangtua tentang hasil belajarnya melalui hasil karya yang
telah dibuat oleh anak
3). Anak dapat
memilih satu hasil karya dari portofolionya
4). Seluruh
anak dan pendidik menata, memajang hasil karya, dan menghias kelas untuk
memberikan atmosfer kelas yang menyenangkan
5). Anak menceritakan pada orangtua tentang hasil
karyanya
6). Orangtua
berdiskusi dengan anak berkaitan dengan hasil karya yang sudah dihasilkannya
Berdasarkan pada laporan perkembangan anak, dapat dilakukan tindak lanjut
sebagai berikut. a. Melanjutkan stimulasi positif kepada anak agar anak dapat
mencapai tahap perkembangan sesuai dengan usia
b. Merujuk anak
kepada para profesional apabila diperlukan
c. Memperbaiki program pembelajaran
d. Memperbaiki pola pengasuhan anak di rumah, dan
sebagainya Tindak lanjut tersebut disesuaikan dengan kondisi anak, orangtua
maupun lembaga.
PERKEMBANGAN
KONSEP PENILAIAN PEMBELAJARAN DI PAUD DAN IMPLEMENTASINYA
Disusun Guna Memenuhi
Tugas
Mata Kuliah :
Pengembangan Kurikulum AUD
Dosen Pengampu : Sumiyati,
M.Pd.I
Oleh :
Muntari
(13.12.00709)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL ATHFAL
INSTITUT PESANTREN
MATHALI’UL FALAH
PURWOREJO- MARGOYOSO -PATI
TAHUN AKADEMIK
2015-2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar